Rr. Viola Adani Setyowijaya

Rr. Viola Adani Setyowijaya
i say

Sabtu, 18 Februari 2012

Helm....Oh...Helm

Diposting oleh Rr. Viola Adani Setyowijaya di 10.07 0 komentar

              Malam itu hujan turun dengan derasnya. Seorang gadis sedang merenung dipinggir bingkai jendela kamarnya. Ya, itulah gadis yang belakangan ini tak tahu kenapa ia selalu ditimpa nasib sial. Vida, itulah namanya. Ia seorang remaja lima belas tahun yang tinggal di kota Solo. Ia masih duduk di bangku SMA. Mungkin para pembaca akan berpikir tentang nasib sial apa saja yang telah menimpa dirinya. Beberapa diantara kalian pasti ada yang berpikiran bahwa nasib sialnya berhubungan dengan cowok, seperti masalah kebanyakan gadis remaja lainnya. Namun ia berbeda, ini semua tidak ada sangkut pautnya dengan kata “cowok”.
              Nasib sial yang pertama adalah tragedi hilangnya smartphone yang ia miliki. Ya, walau itu pun ia miliki bekas dari kakaknya. Anak remaja di Indonesia kalo tak punya smartphone bisa dibilang gak gaul lah, gak ngikutin trend lah, atau segala macam. Begitupun dengan Vida. Ia sangat berkabung saat tragedi ini terjadi. Walau bisa dibilang ini semua adalah masalah “hubungan sebab-akibat”. Sebabnya adalah kecerobohannya, dan akibatnya adalah, ya tragedi itu sendiri. Yang begitu ia sedihkan adalah ia baru menikmati smartphone tersebut selama satu bulan. Sungguh kisah tragis untuk kehidupan seorang gadis remaja zaman sekarang yang sangat mengedepankan teknologi.
              Mungkin selanjutnya bukan ia yang tertimpa sial, namun tak jauh darinya, kakaknya yang tertimpa sial. Beberapa waktu yang lalu kakaknya mengalami kecelakaan dengan motornya, walau itu terjadi bukan karna kesalahan kakaknya namun teman kakaknya yang mengendarai motor tersebut. Untung nyawa kakaknya dan teman kakaknya masih selamat. Tuhan masih mencintainya.
              Belum lama setelah sekian tragedi yang Vida alami, disinilah dimulai tentang kisah tersebut.
              Pagi itu seperti biasa, Vida bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Ia menyiapkan segala sesuatu yang harus ia bawa ke sekolah. Pada pagi itu belum ada firasat sedikitpun tentang kejadian yang akan ia alami selanjutnya. Ia berangkat ke sekolah dengan mengendarai skuter merahnya sambil mengenakan helm putih kesayangannya.
              Semua hal di sekolah ia alami seperti biasa, tak ada yang aneh. Hingga suatu saat waktu bel pulang berbunyi. Teman-temannya mengajaknya untuk berdiskusi tentang desain jaket almamater kelasnya yang akan segera diproduksi. Dengan berbagai pendapat dan perdebatan, akhirnya diputuskan suatu keputusan. Lalu mereka pun mengajak vida untuk ikut ke tempat produsen jaket yang berada di dekat daerah Manahan. Junko, ya itulah nama tempat produsen jaket yang akan mereka datangi. Tanpa berpikir panjang, Vida menerima ajakan tersebut.
              Vida menuju ke tempat parkir di sekolahnya bersama teman-temannya yang lain. Hingga detik itu tak ada firasat apapun yang menunjukkan akan terjadi sesuatu padanya atau pada apa yang dimilikinya. Dengan percaya diri ia mengendarai skuternya dengan mengenakan helm putih kesayangannya dan memboncengkan temannya, Tania. Di tengah jalan, saat berhenti di perempatan jalan karena lampu rambu-rambu lalu lintas menyala merah, tanpa niat apapun, seorang temannya mencoba mengusilinya dengan menyentuh helmnya dan berkata sesuatu tentang helmnya. Namun Vida tak menganggap bahwa itu adalah firasat akan terjadi sesuatu terhadap helm kesayangannya.
              Lampu lalu lintas berganti hijau, Vida segera menancap gasnya dan melanjutkan perjalanan. Akhirnya sampailah mereka di tempat yang mereka tuju. Tempat itu lumayan ramai, oleh karena itu mereka harus mengantri. Setelah mengantri sekian menit, mereka segera membicarakan tujuan mereka datang ke tempat tersebut. Dengan sedikit bersenda gurau, Vida dan teman-temannya mendiskusikan desain jaket yang akan mereka pesan dengan salah seorang pegawai produsen jaket tersebut. Hingga akhirnya diputuskan warna jaket tersebut adalah biru tua dan putih.
              Setelah membayar uang muka sejumlah sekian ratus ribu, Vida dan teman-temannya segera bergegas pulang. Namun apa yang terjadi, saat mereka keluar tiba-tiba Vida menjerit, “Aaaaa! Dimana helmku? Tadi aku taruh disini. Kemana? Tadi ada ya Allah.” Setelah mendengar jeritannya tersebut, semua temannya yang berada di tempat itu dengan spontan kaget dan berkata, “Kamu yakin tadi helmmu kamu taruh disini? Nggak kamu bawa masuk?” Vida sangat shock, ia langsung menangis mengetahui apa yang telah terjadi pada helmputih kesayangannya.
              Tetapi sedikit nasib baik masih berpihak padanya, seorang pemilik laundry yang berada disamping Junko berbaik hati untuk meminjamkan helm agar Vida dapat pulang ke rumah. Dengan sedikit rasa malu akan kecerobohannya mengapa helm tersebut tadi tidak ia bawa masuk, ia menerima kebaikan hati pemilik laundry tersebut. Ia pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada ayahnya. Untung ayahnya masih berbaik hati mau membelikan helm baru untuknya.
              Entah ada apa di balik semua ini, namun gadis remaja ini merasa bahwa keberuntungan tidak sedang berpihak padanya belakangan ini. Ia merasa dirinya harus lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu.


io.production

Selasa, 15 November 2011

SEA Games XXVI Hari Keempat SEA Games, JSC Terus Berbenah

Diposting oleh Rr. Viola Adani Setyowijaya di 06.49 0 komentar
Palembang - Panitia pelaksana SEA Games XXVI di Jakabaring Sport City (JSC), Jakabaring, Palembang. Mereka ingin mewujudkan SEA Games XXVI di JSC yang bebas dari polusi karbon, asap rokok, termasuk pula debu.

Usaha berbenah itu, misalnya, terlihat hari keempat gelaran, Senin (14/11/2011), dengan keberadaan sejumlah mobil pemadam kebakaran yang terlihat membersihkan debu yang melekat di sejumlah ruas jalan.

Selain itu, penjagaan ketat juga dilakukan terhadap semua kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang berniat masuk ke JSC melalui pintu depan. Sementara pintu belakang ditutup untuk semua kendaraan.

Hasilnya hampir semua area parkir di Jakabaring dipenuhi kendaraan. Bahkan parkir dadakan terjadi di bundaran Tugu Parameswara, di sepanjang jalan Gubernur HA Bastari, maupun di sejumlah halaman kantor pemerintah di luar JSC.

Tidak itu saja, setiap pengunjung yang mau ke JSC diperiksa oleh petugas. Bila kedapatan membawa rokok dan korek api gas, para petugas memintanya untuk ditinggalkan. Dua kotak plastik disiapkan petugas buat menampung rokok dan korek.

"Kalau sudah keluar nanti, rokok-rokok boleh diambil lagi," kata seorang petugas.

Sehubungan dengan pembenahan tersebut, pihak panpel juga diharapkan dapat melakukan pembenahan lain dalam hal penyediaan transportasi dan informasi untuk para jurnalis yang bertugas.

Menyoal transportasi, keberadaan media centre yang berjarak sekitar 1 kilometer dari pintu JSC membuat sejumlah jurnalis yang tidak memiliki kendaraan atau pelayanan transportasi harus berjalan kaki.

Selain itu, saat tiba di JSC tidaklah mudah untuk mendapatkan angkot dan becak sebab dua angkutan itu tampaknya tidak mencukupi buat melayani para tamu.

Bukan tidak mungkin para tukang becak yang ada sudah cukup terkuras tenaganya untuk melayani para pengunjung. Sementara angkot yang mangkal di pintu gerbang pun jumlahnya terbatas.

"Besok kita akan membahas kemungkinan adanya angkot khusus bagi jurnalis, yang pulang-pergi dari media centre dan JSC," ucap seorang panitia dari Inasoc Pusat.

Sementara mengenai informasi, para jurnalis juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan jadwal atau hasil pertandingan di setiap venue. Walhasil mereka harus mencari sendiri data tersebut dan kebanyakan petugas di venue mengaku tidak tahu jika ditanya meskipun mereka berada di media centre venue.

Yang sangat mengalami kesulitan tentunya para jurnalis asing, karena tidak sedikit yang tak mengerti bahasa Inggris atau sebaliknya.

"Sebaiknya para petugas media centre di setiap venue berdiri di depan pintu masuk, dan memberikan fotocopy data kepada setiap jurnalis yang masuk, Sangat mudah menandai jurnalis, lihat saja dari id cardnya," saran seorang jurnalis dari Thailand.







io.production

Sea Games 2011 : Indonesia Rajai Perolehan Medali

Diposting oleh Rr. Viola Adani Setyowijaya di 06.44 0 komentar

Hingga hari ke-3 Minggu (13/11) perhelatan akbar olahraga negara di Asia Tenggara Sea Games XXVI, Indonesia masih memimpin dalam perolehan medali. Hasil maksimal pada hari kedua dengan 24 emas, terus berlanjut pada hari ketiga dengan raihan 16 emas. Total 40 emas, 29 perak dan 21 perunggu telah berhasil diraih Indonesia.
Hari ketiga sendiri merupakan momen penting Thailand yang berhasil menggeser Singapura diposisi kedua, setelah mengumpulkan 15 emas pada hari ketiga. Thailand membuntuti Indonesia dengan raihan 21 emas, 17 perak dan 24 perunggu.
Singapura sendiri melorot dua peringkat ke posisi ke empat dengan raihan 12 emas, 12 perak dan 17 perunggu. Vietnam membuat kejutan dengan menyodok diposisi ketiga dengan raihan 17 emas, 19 perak dan 20 perunggu. Malaysia sendiri masih terhenti diperingkat lima dengan raihan 9 emas, 10 perak dan 17 perunggu.
Hari keempat ini Senin (14/11) akan ada 52 keping medali emas lagi yang akan diperebutkan. Cabang atletik nampaknya masih menjadi andalan Indonesia untuk bisa mendulang emas kembali. Inilah saatnya Indonesia kembali merengkuh gelar juara umum, setelah terakhir meraihnya pada 1997 di Jakarta.







io.production

Sea Games 2011 : Bulutangkis Putri Indonesia Kalah di Final

Diposting oleh Rr. Viola Adani Setyowijaya di 06.38 0 komentar

Final cabang bulutangkis putri SEA Games XXVI yang berlangsung sejak sore tadi, Senin (14/11) mempertemukan Indonesia dengan Thailand. Sayangnya tim bulutangkis putri kita harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-3.  
Partai pertama dibuka oleh tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri yang harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Buranaprasertsuk Porntip melalui pertarungan tiga set yang berlangsung ketat sejak set pertama dimulai. Fanetri menyerah, 21-17, 11-21, 21-16.
Namun semangat tim bulutangkis putri kita masih membara, terbukti dengan direbutnya partai kedua melalui pasangan Anneke Feinya Agustine/Nitya Khrisinda Maheswari yang mengalahkan Aroonkesorn Duanganog/Voravichitchaekul Kunchala, dua set langsung 22-20, 21-9.
Pertarungan seru dan ketat justru terjadi di partai ketiga setelah tunggal puteri Indonesia Adrianti Firdasari berhadapan dengan Ratchanok Intanon. Ratchanok bisa unggul jauh 21-8 atas Firdasari di set pertama. Namun Adrianti Firdasari berhasil mengejar di set kedua dengan 19-21. Namun Ratchanok akhirnya menang di set ketiga dengan 21-19.
Akhirnya, Tim bulutangkis putri terpaksa bertekuk lutut setelah di partai keempat pasangan Thailand, Amitrapai Savitree/Thoungthongkam Saralee sanggup mengalahkan Vita Marissa/Liliyana Natsir melalui tiga set yang berlangsung dengan ketat,19-21, 21-16, 23-22.

Raihan medali perak harus diterima Indonesia, dan Thailand merengkuh emas sekaligus membuat kejutan. Sementara itu tim bulutangkis putra Indonesia akan menghadapi Malaysia di partai final beregu SEA Games 2011 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Senin besok, 14 November 2011.


Ayo, dukung terus Indonesia!









io.production

Sea Games 2011 : Perolehan Medali Hari ke-4

Diposting oleh Rr. Viola Adani Setyowijaya di 06.35 0 komentar

Indonesia tetap memimpin perolehan medali sementara dalam perhelatan akbar olahraga negara di Asia Tenggara Sea Games XXVI, hari ke-4 Senin (13/11). Raihan 17 emas hari ini dari 52 keping emas yang diperebutkan, membuatnya bertengger diperingkat teratas. Sementara perak berhasil diraih 46 medali dan 37 perunggu.

Thailand sendiri yang berada diperingkat kedua hari ini mendulang medali sebanyak 14 emas, dengan raihan 26 perak dan 33 perunggu. Diikuti Vietnam ditempat ketiga dengan raihan 27 emas, 29 perak dan 35 perunggu. Singapura juga menguntit diposisi keempat dengan raihan 18 emas, 16 perak dan 29 perunggu.

Untuk Indonesia, yang menjadi catatan khusus pada hari keempat ini tentunya adalah kejutan dari cabang sepatu roda yang secara gemilang berhasil menyapu bersih 12 medali emas yang diperebutkan usai dua atlet Indonesia menjuarai nomor 10.000 meter pada pertandingan akhir cabang tersebut di komplek olahraga Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/11) sore.

Sementara itu di cabang atletik pelari Indonesia Triyaningsih dan pelari asal Papua, Franklin Ramses Burumi kembali menyumbang medali emas kedua. Triyaningsih memberikannya dari nomor 5000 meter putri, sedangkan Franklin di nomor 200 meter putra.

Pada partai final bulutangkis Putri, Indonesia ditaklukan oleh Thailand 1-4 melalui perjuangan yang sengit. Namun pujian dan ucapan selamat datang dari para supporter Indonesia yang terhibur oleh daya juang dan semangat yang ditampilkan para srikandi Indonesia.

Esok hari partai di final bulutangkis putra, Indonesia akan menghadapi Malaysia di partai final beregu SEA Games 2011 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta mulai pukul 15.00 WIB.



Perolehan Medali Sementara :

(Emas/Perak/Perunggu//Total)

  1. Indonesia       : 57 / 46 / 37 // 140
  2. Thailand         : 35 / 26 / 33 // 94
  3. Vietnam         : 27 / 29 / 35 // 91
  4. Singapura       : 18 / 16 / 29 // 63
  5. Malaysia         : 2 / 14 / 22 // 48
  6. Philipina          : 8 / 14 / 20 // 42
  7. Laos              : 3 / 12 / 17 // 32
  8. Kamboja         : 1 / 3 / 7 // 11
  9. Myanmar        : 0 / 8 / 10 // 18  
  10. Brunei D         : 0 / 1 / 3 // 4  
  11. Timor Leste    : 0 / 0 / 1 // 1





io.production

Senin, 14 November 2011

Bus Kontingen Myanmar Kecelakaan

Diposting oleh Rr. Viola Adani Setyowijaya di 06.33 0 komentar
JAKARTA - Bus Kontingan atlet tenis meja Myanmar mengalami kecelakaan beruntun.Kejadian tersebut terjadi pada pukul 14.10 WIB, di Jalan Tol, Km 22 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Jakarta.

"Telah terjadi kecelakaan beruntun. Bus white horse yang membawa atlet tenis meja Myanmar yang akan menginap di Hotel Manhatan," kata Dir lantas Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (11/11/2011).

Ia menambahkan bahwa bus yang dikemudikan oleh Suhendra menabrak kendaraan yang ada di depannya."Adapun mobil yang ditabrak terdiri: mobil Land Cruiser B 219HL, mobil Suzuki APV B7819IW, Mobil Toyota Kijang LGX D1640KZ dan Camry B2698 BP," terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tabrakan beruntun terjadi diduga rem blong bus White Horse."Saat ini atlet sudah dibawa ke hotel. Kasus tersebut di tangani unit laka Ditlantas Polda Metro Jaya berikut barang bukti maupun pengemudinya," papar dia.


io.production

Scoring Board Error, Perenang Kecewa Berat

Diposting oleh Rr. Viola Adani Setyowijaya di 06.29 0 komentar
PALEMBANG - Kejadian lucu sekaligus memalukan terjadi pada hari kedua pertandingan renang SEA Games ke-26, Minggu (13/11/2011). Akibat scoring board (papan pencatat elektronik) error, perenang mengaku kecewa.

Kejadian memalukan tersebut diketahui terjadi pada pertandingan pertama dari enam nomor yang dipertandingkan. Atlet Indonesia, Fauzy Triady dan penonton mengaku kecewa dengan sistem pencatatan waktu yang tidak berjalan dengan semestinya.

Ya, Fauzi memang pantas kecewa karena dia sempat merasa berhasil merebut medali emas pada nomor 200m gaya bebas putra. Saat menyentuh garis finish dan melihat ke papan skor, dia melihat catatan waktunya merupakan yang tercepat dari tujuh kontestan lainnya.

Sayang, angka yang dilihatnya di papan skor ternyata tidak valid karena ada kesalahan dalam pencantuman urutan waktu. Alhasil, dia pun harus menerima kenyataan gagal menyumbangkan medali untuk Indonesia.

"Ya, cukup kecewa karena saya tidak tahu pasti catatan waktu saya. Saya baru tahu hasilnya saat naik (dari kolam) dan diberitahu pelatih (saya tidak menang)," tutur Fauzi kepada Okezone selepas pertandingan.

Beruntung, kejadian memalukan ini tidak berlanjut pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Di lima nomor selanjutnya, scoring boad berjalan dengan baik.

Indonesia sendiri sukses menyabet dua medali emas, yakni dari Indra Gunawan dan Yessy Yosaputra yang bahkan sukses memecahkan rekor SEA Games milik Akiko Thomson (Filipina) pada 1993. Sementara di nomor lain, Indonesia sukses menyumbang satu perak dan tiga perunggu.





io.production
 

Rr. Viola Adani Setyowijaya Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez